Kamis, 07 Mei 2015

Semacam Coretan

Sesuatu Semacam Penggombalan

Kekasihku,
Apakah kau pernah mendengar cerita tentang langit? Betapa ia merindui bumi dengan rindu membiru. Lalu ia sembahkan drama siang dengan kemilau mentari, dan malam dengan percik cahaya bulan dan bintang. Ia lukis gemulai awan dan tarian beburung, sepoi angin dan basah gerimis, pada pagi dan senja hari. Rindu menjuntai bersama derai hujan, lenguh Guntur dan gelegar halilintar: Berdentum di bilikbilik paling sunyi. Rindu terus saja membiru.
 

Kekasihku,
Pernahkah kau dengar hikayat sang bumi? Betapa ia merindu langit dengan segenap kesungguhannya. Lalu ia sembahkan drama kehidupan dengan laut dan hutanhutan, sungai dan ngaraingarai. Ia lukis keindahan bunga, hembuskan semerbak cinta, pada pagi dan senja hari. Rindu menderu bersama gemuruh bayu. Di selatan, nelayan melarung sepi bersama bidukbiduk sunyi. Rindu selaksa pasir, debu menggulung mimpimimpi.
 

Kekasihku,
Pernahkah kau dengar kisah lautan? Betapa ia merindu daratan dengan keseluruhan ikan dan koralkoral. Lalu ia sembahkan tarian ombak, menghantar buih kerinduan pada pasir pantai atau karang di lereng curam. Rindu tak pernah lekang. Laut terus saja bergemuruh.
 

Kekasihku,
Pernahkah kau dengar riwayat daratan? Betapa ia rindui lautan dengan segenap gunung dan batu cadasnya. Lalu ia sembahkan sungai. Aiiih..., betapa khusyuk ia mencari muara. Di utara, gunung mengaum.

Kekasihku,
Inilah kisah rindu paling tua, kisah cinta paling hingar. Langit dan bumi, darat dan laut, berkelindan di kesunyian malam. Cinta tak pernah tidur, ia terbangun di sepanjang buritan kapal.

Dan, 

Kekasihku, akulah bumi dan langitmu, darat dan lautmu. Maka jangan beranjak dariku



----
Pada saat penulis mencoba untuk merayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar