Rabu, 17 Juli 2013

Bola-Bola Api Yang Terus Berkobar

kekasih,
bunga-bunga api kau nyalakan
lalu api kian berkobar  membakar diriku
bersama angin yang datang membawanya sebagai pesan
dari rindu yang mulai menjelma api di ujung sana
kobarnya semakin besar menyala-nyala di tiup angin
ia tak lagi terkendali bersama angin yang menari
menjilati diriku lalu melahapnya menjadi abu
hingga tak bersisa selain kepingan hatiku yang berserakan


kau mengatakan ini cinta kekasih,
ini cinta . . .
aku rela berkobar dinyala api yang kau buat
lalu hancur ditengah bara api yang menyala
asalkan kau yang menyulutnya,
kekasih kau tak perlu melinangkan air mata
dan risau melihatku menggelepar didalam kobaran api
karena risauku yang sesungguhnya kan menyala
bila bunga api yang kau sulut
tak lagi berkobar membakar sisa-sisa abu jasadku


pergilah kekasih . . ,
pergilah dengan setangkup cintaku yang kau peram
di dalam dada
dan kau pun tak perlu berhenti hanya sekedar
untuk mendengarkan kesakitanku
dalam lirih memanggil-manggil namamu
tak perlu pula kau pulangkan wajahmu
hanya sekedar untuk melihatku mengerang
menahan panas
dari luka yang manis akan bara-bara api yang melahap hatiku
di tiap jengkal rindu hati kita


teruslah berjalan kekasih
ikutilah rindu kemana membawamu pergi
berjalan bersama segerombolan anak-anak kecil yang lucu
kedalam rahasia tawa mereka dan kegembiraan yang melepas lara
melewati jalan setapak di pematang sawah saat di sore hari


dan kekasih
bila kau sudah menemukan cinta dan rindu yang sebenarnya itu
di tengah keriangan tawa anak-anak kecil
yang lucu
atau di balik kepakan sayap burung-burung
yang terbang bebas,jauh di atas langit sana
kau boleh kembali
namun kuharap kau jangan katakan pada mereka
bahwa bola api yang pernah kau sulut
telah padam dimataku,


jangan kekasih. . .
karena mereka akan seketika pergi dan membawamu
pada kenangan usia kanak kita untuk berpulang
sebab aku tak ingin kau untuk pergi dahulu
sebelum engkau sempat kembali kepadaku
menyalakan bunga-bunga api sekali lagi
yang menjadikan diriku dan air mataku sebagai bahan bakarnya
kali ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar