Jumat, 17 Januari 2014

Sebuah cerita selepas hujan

Semacam cerita pendek : Orangorangan Sawah dan Seekor Burung Pipit

Di tahun-tahun yang telah berlalu semenjak ia berdiri di tegalan sawah itu untuk menakuti burungburung yang hendak singgah di sekitar sawah yang ditungguinya. Ia, orangorangan sawah itu pernah berpikir dalam diamnya yang abadi, bagaimana mungkin dirinya yang hanya diam menegak berdiri diam bisa membuat burungburung ketakutan untuk hinggap di atas batangbatang padi itu. Ia pernah mendengar cerita dua orang anak kecil yang melintas, bagaimana seorang salik yang sedang menyepi dihinggapi burungburung di atas bahu dan kepalanya karena kedalaman dan tenangnya semedi sang Salik. Begitulah, jauh di dalam hatinya yang tak pernah diam, orangorangan sawah itu tak pernah ingin menjadi alat pemicu ketakutan burungburung. Ia teramat menginginkan burungburung itu singgah di tangan kanankiri jeraminya itu, mendengarkan celoteh dan nyanyian mereka yang tak pernah habis sembari menunggu senja. Baginya, tak ada keinginan untuk ikut berceloteh dengan burungburung itu karena tahu keterbatasan dirinya untuk diam. Maka tiap kali rombongan burung terlihat mengangkasa, api harapan dalam dadanya perlahan membara, terbakar bersama doadoanya yang menjalar melalui jemarijemari jeraminya yang tak kuasa untuk menguncup: agar burungburung itu hinggap di antara tangan dan bahunya. Sayang, doadoanya yang tak pernah berguguran, tak seperti badan jeraminya tak kunjung memekar. Ia pun tetap diam berdiri dalam doadoa yang mengalir.

Sore ini, setelah siang panas tadi yang teramat menyengat, langit tibatiba bermuram durja. Hanya pekatnya hitam yang terlihat merias wajahnya. Sedang angin mulai mengamuk di antara tetestetes hujan yang semakin menebal, membentuk badai. Orangorangan sawah itu masih saja terdiam di antara kerasnya deru badai angin dan hujan. Ia memang tak pernah peduli pada cuaca. Dalam hatinya jika memang hari ini adalah hari terakhirnya berdiri sebagai orangorangan sawah, ia berharap dirinya bisa menjadi tempat berlindung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar