Minggu, 02 Maret 2014

Semacam Coretan

Kembali teringat nasihat ini:

"Hakekatnya, mereka yang menikah berkeinginan untuk saling menyempurnakan. Itu adalah kesepakatan tak tertulis dan tak terkatakan, kesepakatan dalam kesunyian. Jika hal itu tidak ada, takkan ada yang menikah. Memang benar, kita sering mendengar 'Tak ada yang sempurna di dunia ini, kecuali Tuhan'.Namun, kesempurnaan bisa juga berarti saat seseorang terus hidup, menggeliat, dan berusaha, untuk menjadi lebih sempurna. Meski ia tahu takkan ada kata final untuk terus menjadi lebih baik. Menikah, adalah satu dari sekian usaha itu. Jalan Darma memang subtil. Biarlah jalan itu yang akan menemukan dan membimbingmu. Setiap orang punya garisnya sendiri-sendiri. Begitu juga jalan untuk menikah. Percayalah saja, bahwa kelak, akan ada seseorang. yang begitu tulus, yang tidak mengharapkan apa-apa selain dinikahi saja olehmu. Dan pada saat itulah engkau akan memberikan padanya apa saja, termasuk kesedihan-kesedihanmu, kemalangan-kemalanganmu. Itulah yang disebut 'hubungan yang tidak biasa'. Dan hanya dilakukan oleh sepasang kekasih yang 'tidak biasa'.
Karena terkadang hujan itu seperti kekasih, ketika engkau merasa ia marah padamu, hampirilah saja ia, biarkan ia menumpahkan 'kemarahan'nya pada wajahmu, kau cukup terdiam menerimanya. Niscaya mereda kemarahannya. Dan ketika kau merasakan beratnya beban yang bercokol di kepalamu, datanglah padanya, pada hujan. Biarkan rerintiknya membelai ujung kepalamu, mengalirkan beban-beban itu ke bawah kaki-kakimu, dan menghanyutkannya pada aliran air.....
Bersabarlah, Nak kelak kau akan menemuinya

***
Menjelang hari pernikahan yang tak lama lagi nasehat ini makin menguatkan aku untuk berani melangkah, nasehat yang sangat indah dari seorang abah kepada cucunya yang masih sangat belia kala itu, nasehat yang baru aku temui maknanya setelah belasan tahun lalu yang sangat begitu menenangkan segala rasa kerisauanku hari ini. Abah dialam sana yang tak mungkin dapat ku temui engkau dalam keadaanku yang masih berpijak didunia ini,aku mohon do'a restumu dan sampaikan salamku kepada guru-guru abah dan orang-orang yang dicintai oleh-Nya dialam sana. Kelak akupun akan pulang sama seperti abah pergi menuju kekedamaian yang abadi bersama-Nya ,
Semoga,
kuharap akan. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar