Kamis, 10 Oktober 2013

Menikmati Kehilangan

 BUNGA LELAYU

aku selalu bertanya-tanya;
mengapa air mata menetes
ketika bunga-bunga ditabur di gundukan tanah

aku selalu bertanya-tanya;
mengapa bunga-bunga ditabur
mengiringi air yang keluar dari sembunyi

aku selalu bertanya-tanya;
apakah benar, kehilangan itu menyakitkan?
tetapi kenapa ada bunga?
apakah benar, kehilangan itu menyedihkan?
tetapi kenapa tak menangis
ketika mata menangis?

aku selau bertanya-tanya;
di atas makamku sendiri
kulihat semburat ibu
berwajah ungu

pelan-pelan aku menuju ibu
cepat-cepat ibu menuju aku
sejengkal-selangkah
selangkah-sepuluh
sepuluh-lari
lari-ia di nadi

kenapa kau selalu bertanya?
sebab aku mencari jawab
kenapa kau mencari
aku rindu
kenapa rindu?

aura ungu berkelebat di dada
Ibu, apakah benar kehilangan
menyakitkan dada
apa mungkin sebab kepala
yang terlampau jauh dari dada
atau mungkin sebab kita manusia?

tetapi Langit menangis,
awan mendung
tanah kerontang
hawa sumuk
air kering

apakah mereka juga tahu
bahwa kehilangan itu benar-benar pilu
ah, ibu

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar