Pelajaran Hikmah Part 2
Ali
Ibn Muwaffaq menceritakan, “Aku bermimpi seolah-olah masuk surga. Aku
melihat seorang laki-laki sedang berada dalam satu hidangan makan. Dua
orang malaikat di kanan dan kiri menyuapi makanan yang tampak begitu
lezat. Dia pun tampak sangat menikmati hidangan tersebut. Aku juga
melihat seorang laki-laki sedang berdiri mengawasi wajah-wajah manusia
yang berada di situ. Sebagian dipersilahkan masuk, sebagian lagi
ditolak. Aku melewati dua orang lelaki itu menuju ke hadirat-Nya Yang
Mahasuci.
Lalu, di tenda Arsy aku melihat seorang laki-laki lain
lagi. Matanya melotot tak berkedip sedang memandang Allah SWT. Aku
beranikan diri untuk bertanya pada malaikat Ridhwan, “Siapakah gerangan
orang ini?”
“Dia itu Ma’ruf Al-Karkhi. Dia ini adalah hamba Allah yang tidak takut neraka dan tidak rindu pada
surga, tetapi cinta kepada Allah SWT. Maka, dia diizinkkan untuk
memandangi-Nya hingga Hari Kiamat.’ Menurut malaikat tersebut, dua
lainnya adalah Bisyr Ibn Harits dan Ahmad bin Hambal.”
Abu Sulaiman
mengatakan, “Barangsiapa saja yang hari ini sibuk dengan dirinya
sendiri, maka besok juga sibuk dengan dirinya sendiri. Barangsiapa yang
hari ini sibuk dengan Tuhannya, maka besok dia juga sibuk dengan
Tuhannya.”
Ats-Tsauri suatu ketika bertanya pada Rabi’ah
Al-Adawiyah, “Apa hakikat imanmu?” Dia pun menjawab, “Aku tidak
menyembah-Nya karena takut neraka atau berharap surga-Nya. Aku tidak
seperti seorang buruh yang jahat. Aku menyembah-Nya semata-mata karena
cinta dan rindu kepada-Nya.”
---Imam Al-Ghazali dalam Al-Mahabbah wa As-Sawq wa Al-Uns wa Ar-Ridha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar