Kamis, 10 Oktober 2013

Pelajaran Hikmah Part 2

Ali Ibn Muwaffaq menceritakan, “Aku bermimpi seolah-olah masuk surga. Aku melihat seorang laki-laki sedang berada dalam satu hidangan makan. Dua orang malaikat di kanan dan kiri menyuapi makanan yang tampak begitu lezat. Dia pun tampak sangat menikmati hidangan tersebut. Aku juga melihat seorang laki-laki sedang berdiri mengawasi wajah-wajah manusia yang berada di situ. Sebagian dipersilahkan masuk, sebagian lagi ditolak. Aku melewati dua orang lelaki itu menuju ke hadirat-Nya Yang Mahasuci.
Lalu, di tenda Arsy aku melihat seorang laki-laki lain lagi. Matanya melotot tak berkedip sedang memandang Allah SWT. Aku beranikan diri untuk bertanya pada malaikat Ridhwan, “Siapakah gerangan orang ini?”
“Dia itu Ma’ruf Al-Karkhi. Dia ini adalah hamba Allah yang tidak takut neraka dan tidak rindu pada surga, tetapi cinta kepada Allah SWT. Maka, dia diizinkkan untuk memandangi-Nya hingga Hari Kiamat.’ Menurut malaikat tersebut, dua lainnya adalah Bisyr Ibn Harits dan Ahmad bin Hambal.”
Abu Sulaiman mengatakan, “Barangsiapa saja yang hari ini sibuk dengan dirinya sendiri, maka besok juga sibuk dengan dirinya sendiri. Barangsiapa yang hari ini sibuk dengan Tuhannya, maka besok dia juga sibuk dengan Tuhannya.”
Ats-Tsauri suatu ketika bertanya pada Rabi’ah Al-Adawiyah, “Apa hakikat imanmu?” Dia pun menjawab, “Aku tidak menyembah-Nya karena takut neraka atau berharap surga-Nya. Aku tidak seperti seorang buruh yang jahat. Aku menyembah-Nya semata-mata karena cinta dan rindu kepada-Nya.”
---Imam Al-Ghazali dalam Al-Mahabbah wa As-Sawq wa Al-Uns wa Ar-Ridha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar