Ketika perempuan berbicara, lihatlah apa yang dikatakan oleh kedua matanya. Dan sepasang mata, seperti halnya buku, ia berhak untuk dibaca. Meski kau tak akan sanggup memahami satu pun kata yang disampaikan oleh kedua matanya.
Sebab membaca mata perempuan, seperti doa. Kita berdoa tidak agar diberi sesuatu, melainkan lebih karena yang memerintah Tuhan, bukan?
Dan begitulah.. Pada akhirnya, Tuhan menciptakan perempuan untuk dicintai, tidak untuk dipahami. Sebab di hadapan perempuan yang dicintainya, lelaki tak ubahnya burung di hadapan alam raya.
Semoga sepasang matamu tetap mengandung daya untuk bisa dirindukan. Sebab Tuhan menciptakan sepasang matamu agar sepasang mataku dapat melihat keindahan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar