Selasa, 25 April 2017

Semacam Coretan

Setiap jengkal yang kulewati--- kesedihan, kegetiran, duka, derita, airmata, tangis, termasuk juga kebahagiaan, tawa, riang, gembira, dan seluruh perasaan yang pernah kualami--- hakikatnya cuma untuk mempersiapkan pertemuanku denganmu. Pendeknya, seluruh yang kualami dulu semata untuk menyongsong kebersamaan kita kini.

Sungai yang panjang, berkelok, berliku, penuh terjal-- arusnya selalu bergerak dan mengarah ke satu muara. Aku sungai itu dan kaulah muara. Aku berhenti di kamu. Kau puncak gunung--- Dan untuk mencapai sana aku harus menempuh tebing, jurang, lereng yang terjal. Perjalanan yang meletihkan.

Setiap yang matang selalu berangkat dari mentah. Ia terlibat dalam proses untuk menjadi Matang. Gandum ditumbuk dan dibakar agar menjadi roti. Padi dirontokkan, disekam dan digiling agar menjadi beras. Aku dihantam kesedihan dan dilibas kegetiran agar aku benar-benar telah Siap dipertemukan denganmu.

Cinta yang kini sedang berlangsung adalah hasil dari seluruh antah-berantah yang telah aku alami. Cintaku padamu adalah akumulasi dari sekian macam kepayahan. Cintaku padamu ini terbuat dari kegetiran dan kesedihan yang sudah damai terbaring di masa laluku. Cintaku bangkit dari makam dan bersimpuh di haribaanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar